Persiapkan Masa Depan Dunia Penerbangan Indonesia

_MG_6362 copy IMG_6627 copy IMG_6720 copy IMG_6831 copy IMG_6900 copy IMG_6978 copy IMG_7026 copy IMG_7036 copyTeriakan ‘Luar Biasa’ membahana pagi itu. Saat 300- an Taruna/i SMK Penerbangan PBD Medan menjadi saksi kebangkitan industri dirgantara di Gedung Putra Solo, Jalan Madio Santoso, Rabu (25/6).  Didampingi orang tua/wali, Taruna/i menghadiri acara Seminar Kedirgantaraan yang bertajuk ‘Masa Depan di Dunia Penerbangan.’ Kegitan ini sekaligus menjadi momen pelepasan Taruna/i tingkat II yang akan melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) ke PT Dirgantara Indonesia dan Depo Pemeliharaan 10
Lanud Husein Sastranegara Bandung.

Seminar yang berlangsung hikmat dan penuh semangat itu, dihadiri 5 narasumber sarat pengalaman di dunia penerbangan, diantaranya Lion Air, Sriwijaya Air, Garuda Maintenance Facility (GMF), dan Merpati.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Penerbangan PBD Medan menunjukkan rasa antusiasnya terhadap penyelenggaraan acara ini. “Saya sangat berterima kasih kepada narasumber yang bersedia hadir di acara ini. Momen ini sangat penting bagi dunia penerbangan di masa yang akan datang,” ucap Jasa Karo Karo.

“Alhamdulillah, semua narasumber yang kami undang berkesempatan hadir. Ada Pak Sonoib yang merupakan Engineer Lion Air, Pak Kuarta mekanik Sriwijaya Air, J Situmorang dan Zulfikar dari GMF, dan Surya Pakpahan mantan engineer di Merpati.”

“Kesemuanya sosok hebat yang sarat pengalaman di dunia penerbangan. Jadi ini merupakan kesempatan, yang saya
ng untuk kita lewatkan,” ucap Jasa lebih lanjut.

Prospek Cerah di Dunia Penerbangan

Maju pesatnya dunia penerbangan tidak dibarengi ketersediaan tenaga kerja di sektor ini. Hal tersebut menandakan prospek cerah yang menanti lulusan Taruna/i SMK Penerbangan PBD Medan. “Masuk ke SMK Penerbangan PBD ini, merupakan langkah tepat bagi Taruna/ i. Selain karena komitmen yang luar biasa untuk memajukan dunia penerbangan di Medan, lulusan nantinya akan langsung terserap di dunia kerja,” ungkap J Situmorang sembari menjelaskan bahwa Jasa Karo

Karo lah sosok yang dimaksud. “Peluang kerja di sektor ini sangat terbuka. Selama ini, untuk Bandara Kualanamu
saja, engineer-nya didominasi dari luar daerah bahkan luar negeri. Ini terjadi karena minimnya tenaga ahli asal Medan,” lanjutnya.

“Dan yang paling penting, untuk menjadi  seorang engineer atau pilot handal adalah harus disiplin, fasih berbahasa Inggris dan juga matematika,” tutup J Situmorang.

Di tengah padatnya agenda, moderator Pepen Julantri Manurung ST menyebutkan bahwa, SMK Penerbangan PBD Medan akan kedatangan pesawat KR-2. Menurutnya, pesawat ini bermesin tunggal yang biasa digunakan untuk sektor pertanian, dan dirancang di Uni Soviet pada tahun 1946. Nantinya, pesawat itu akan melengkapi bengkel SMK Penerbangan PBD Medan. (trimediapos.com)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.